Aneka mainan bayi yang aman yang perlu diketahui para orang tua

Tips Cerdas Memilih Mainan Bayi yang Aman dan Tepat

Apakah bayi butuh mainan? Jawabannya: Ya. Bayi membutuhkan mainan, seperti halnya anak-anak usia satu tahun keatas. Meskipun usianya masih sangat muda dan bahkan belum bisa memahami bentuk atau memegang mainan dengan tangannya, ternyata bayi mulai usia nol bulan perlu diberikan mainan bayi yang sesuai dengan umurnya. Mainan bayi 6 bulan misalnya, tentu tidak akan sama dengan mainan bayi 1 tahun, bukan?

Tapi, sebelum membahas lebih lanjut tentang jenis mainan yang aman dimainkan bayi sesuai umur dan kebutuhan tumbuh kembangnya, tahukah anda mengapa anak bayi juga membutuhkan mainan?

Menurut sejumlah pakar dan jurnal penelitian, ternyata bayi membutuhkan mainan dan waktu bermain untuk membantu tumbuh kembangnya seperti berikut ini:

  1. Merangsang pertumbuhan motoriknya, seperti gerak mata dan responnya
  2. Merangsang interaksi bayi dengan orang tuanya melalui mainan
  3. Mengenalkan warna dan bentuk
  4. Mengenalkan tekstur benda
  5. Mengenalkan suara

Berdasarkan alasan yang telah disebutkan diatas, jenis mainan anak bayi yang orang tua belikan atau siapkan disarankan sebaiknya sesuai dengan usia dan kebutuhan tumbuh kembang bayi. Selain agar tidak mubazir, juga agar tidak beresiko bahaya pada si bayi.

Dan yang tak kalah penting untuk diingat juga adalah orang tua sekaligus pendamping bayi (baby sitter atau anggota keluarga lainnya yang turut menemani keseharian bayi) harus:

  1. Memilihkan mainan yang aman, tidak mudah pecah, mengelupas, dan tidak memiliki banyak pernik kecil yang beresiko tertelan
  2. Menemani dan mengawasi si bayi saat bermain-main
  3. Meletakkan atau menyimpan mainan di tempat yang bersih dari debu (di dalam kotak mainan khusus atau rak yang terpisah dari makanan, minuman, bedak, serta peralatan mandi bayi)
  4. Memeriksa kondisi mainan secara berkala agar semisal ada bagian dari mainan yang terkelupas tidak akan tertelan atau membahayakan si kecil.

Jika anda pergi ke toko bayi dan menjumpai beragam jenis mainan untuk bayi, terkadang anda tegroda untuk membeli mainan yang banyak, menarik (untuk anda) tetapi belum tentu aman dan dibutuhkan oleh si kecil. Jadi, sebaiknya orang tua tidak perlu tergoda membeli banyak mainan terutama jika usia anak masih bayi atau di bawah satu tahun. Lalu, bagaimana cara memilih mainan yang tepat dan aman untuk si bayi?

Nah, berikut ini aneka mainan anak bayi yang aman yang perlu diketahui para orang tua:

  1. Gambar atau pola hitam putih

Untuk merangsang respon dan fungsi mata bayi yang baru lahir (usia 0-1 bulan), orang tua bisa mencoba memperlihatkan gambar atau pola hitam putih. Karena pada usia ini si bayi belum bisa menangkap ragam warna lainnya, mengingat ia baru saja dilahirkan dan masih dalam proses beradaptasi dengan dunia barunya di luar rahim ibu.

Atur jarak pandang gambar dengan bayi perlahan-lahan seiring usia, mulai dari 10cm sampai 30cm. Anda juga bisa menggerak-gerakkan gambar hitam putih ini untuk melihat dan melatih respon matanya.

  1. Mainan yang digantung

Memperlihatkan mainan bayi dengan cara digantung ini cocok untuk bayi mulai usia 1-4 bulan. Namun anda perlu memastikan gantungan cukup kuat menahan mainan agar tidak jatuh menimpa si kecil. Atur juga ketinggian gantungan untuk menghindari jangkauan bayi karena ia belum mampu memegang benda.

Mainan yang digantung juga sebaiknya kaya warna agar bayi tertarik. Ukurannya tidak perlu terlalu besar namun juga tidak terlalu kecil. Boleh juga menggunakan mainan gantung yang mengeluarkan bunyi-bunyian. Jangan lupa untuk membersihkan mainan yang digantung ini secara berkala agar debunya tidak mengganggu kesehatan bayi.

  1. Mainan cermin atau yang mengeluarkan suara

Ketika bayi berusia 3-4 bulan, orang tua bisa mengenalkan mainan anak bayi yang memiliki cermin dan mainan yang mengeluarkan suara atau musik. Karena di usia ini si kecil mulai banyak mengeluarkan suara dan memberikan respon seolah berkomunikasi.

Ekspresi bayi bisa dilatih dengan memperlihatkan cermin yang menunjukkan bayangan dirinya. Karena mulai belajar merespon dengan suara, bayi akan banyak bersuara atau menunjukkan ekspresi yang beragam saat melihat wajah atau dirinya di cermin. Orang tua, ibu atau pendamping bayi, bisa mengajak si bayi berkomunikasi dengan menceritakan apa yang ia lihat di cermin.

  1. Mainan yang mudah digenggam

Mainan bayi usia 4-6 bulan sebaiknya yang berupa mainan yang bertekstur lembut atau lunak dan mudah digenggam oleh tangan mungil bayi, seperti boneka teether yang lunak. Di usia ini, bayi mulai belajar memegang benda dan suka menggigit-gigit apa saja yang ada di tangannya.

Pengawasan harus dilakukan oleh orang tua atau siapapun yang menemani bayi pada usia ini. Sebaiknya jauhkan benda-benda bukan mainan yang beresiko bahaya jika dijangkau dan digigit-gigit bayi, seperti bedak, minyak kayu putih atau minyak telon, sisir, pampers, dan lain-lain.

  1. Buku bergambar

Mulai usia 5 bulan, orang tua bisa mengenalkan buku cerita bergambar atau buku pengenalan tekstur dan bentuk pada si bayi untuk mengenalkan kosakata-kosakata sederhana sebagai perbendaharaan kata pertama si bayi. Tentunya pilihlah buku cerita khusus bayi yang memiliki gambar-gambar menarik dan cukup besar sehingga bisa dilihat dengan nyaman oleh mata si kecil. Biasanya buku untuk bayi berbahan karton tebal dengan sedikit aksesoris kain lembut atau berbahan flannel isi dakron.

Disinilah kreativitas orang tua dibutuhkan. Luangkan waktu untuk membacakan cerita pada si bayi agar ia terbiasa mendengar banyak ragam kosakata. Kenalkan juga pada aneka ekspresi dan suara seperti menangis, tertawa, merengek, terkejut, dan lain sebagainya. Perhatikan respon si bayi dan pantau perkembangannya.

  1. Bola lunak atau bola karet

Sedangkan mainan bola lunak bisa dikenalkan sebagai pilihan mainan bayi 6 bulan sampai mainan bayi 1 tahun. Pada rentang usia ini, bayi biasanya mulai belajar untuk menyangga tubuhnya dalam posisi duduk, merangkak atau berjalan merambat.

Bermain bola yang digelindingkan akan merangsang respon dan gerak si bayi sekaligus berinteraksi dengan orang tua, misalnya mengikuti arah bola menggelinding atau berusaha menangkap bola dengan kedua tangan mungilnya.

Pilihlah bahan bola karet atau bola kain yang aman untuk bayi. Periksan kondisi bola ketika membelinya sehingga tidak membahayakan si kecil terutama bila tergigit.

Nah, dengan sejumlah ide pilihan mainan untuk bayi di bawah satu tahun tersebut, kini anda sebagai orang tua bisa menghemat pengeluaran agar tidak mubazir untuk mainan yang belum dibutuhkan si bayi.

Dan yang paling penting, sekali lagi, yang perlu diingat adalah pengawasan orang tua ketika memberikan mainan bayi pada si kecil. Aneka mainan tersebut memang bagus untuk merangsang indera bayi, namun yang terpenting adalah menjalin interaksi anak dengan orang tua pada waktu-waktu bermain tersebut.

Baca Artikel Selanjutnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.