Jual mainan anak Edukatif aman untuk semua umur untuk anak laki-laki/perempuan

Memilih Aneka Mainan di Toko Jual Mainan Anak Edukatif

 

Kids zaman now alias anak-anak zaman sekarang yang tumbuh di era serba digital dan instan tidak bisa lagi kita samakan dengan anak-anak dari era 80 atau 90-an. Mulai dari karakter, kebiasaan, cara bersikap, cara berbicara dan berfikir, sampai segala sesuatu yang menjadi kegemaran, seperti musik, film, buku, serta permainan.

Nah, berbicara soal mainan, permainan digital sekarang ini tampaknya jauh lebih memikat perhatian anak-anak dibanding permainan tradisional. Coba perhatikan, pedagang keliling yang jual mainan anak pun sudah jarang kita jumpai lewat di depan rumah seperti di era 90-an dulu. Sementara dengan akses internet dan segala aplikasi pada ponsel pintar, anak-anak bisa dengan mudahnya memilih permainan atau online game yang didesain menarik.

 

Belasan dan puluhan tahun lalu, pada waktu-waktu sore hari dan akhir pekan, anak-anak banyak dijumpai sedang mengerumuni pedagang mainan anak yang lewat di depan rumah atau sekolah, berkumpul bermain atau berlarian kesana-kemari bersama sebayanya. Namun saat ini, terutama di area perkotaan, anak-anak lebih memilih untuk menghabiskan waktu luang di depan layar smartphone atau komputer untuk bermain atau menonton video.

Bila anda termasuk salah satu orang tua yang memberikan anak-anak kebebasan ber-gadget, mengakses internet dan bermain online game tanpa memilah dan mengetahui apa yang meerka mainkan, coba pertimbangkan pertanyaan berikut:

  1. Apakah konten permainan dan video yang dengan mudah diakses melalui internet di gadget mereka cukup aman?
  2. Apakah anda selalu mengawasi anak-anak saat mereka bermain games atau menonton video?
  3. Apakah games yang anak-anak mainkan merupakan mainan anak edukatif?
  4. Berapa lama dan seberapa sering anak-anak bermain dengan gadget dan menonton video?
  5. Apakah anda memberikan pengarahan dan penjelasan tentang batasan mengakses internet dan ber-gadget?

Sayangnya, orang tua seringkali berusaha mengabaikan dengan alasan anak-anak akan lebih tenang dan terkendali dengan diam berkutat di depan smartphone. Padahal, pengaruh negatif permainan online dan kebiasaan bermain gadget sudah sering dijelaskan dan disosialisasikan melalui program televisi dan artikel-artikel, seperti:

  1. Tubuh mudah lelah dan lemah karena terlalu lama duduk dan kurang bergerak
  2. Radiasi layar yang beresiko membuat mata minus dan kepala mudah pusing
  3. Membuat anak mudah marah, emosional, dan stres karena pengaruh persaingan ketat dan kekerasan dalam games
  4. Bahkan anak-anak bisa mendapat kosakata yang tidak pantas diucapkan contohnya makian atau umpatan-umpatan
  5. Menghambat proses tumbuh kembang dan pendewasaan karena dunia maya dalam game tidak berjalan sesuai alur dunia nyata
  6. Kepercayaan diri berkurang karena terlalu asyik dengan dunia maya di dalam game
  7. Waktu untuk belajar dan bersosialisasi jelas akan berkurang akibat terlalu asyik berkutat di depan layar ponsel atau komputer

Nah, sebelum terlambat, kebiasaan ini perlu diubah mulai dari sekarang, terutama jika anak-anak masih berusia sangat dini. Orang tua harus turut terlibat dalam waktu-waktu bermain ini, caranya:

Kenalkan anak pada mainan anak edukatif

Apakah anda tahu seperti apa sih permainan yang disebut mainan edukatif itu? Bukankah di internet juga banyak online game yang edukatif? Apakah permainan edukatif harus selalu berkaitan dengan mata pelajaran dan pembelajaran di sekolah?

Nah, penting diketahui oleh orang tua bahwa permainan anak yang edukatif ini ialah jenis permainan yang mampu:

  1. mengasah ketrampilan anak,
  2. mengasah otak,
  3. melatih daya ingat,
  4. merangsang gerak fisik anak,
  5. mengembangkan imajinasi,
  6. melatih jiwa sosial dan solidaritas,
  7. membantu proses belajar

Dan, perlu diketahui juga bahwa tidak semua permainan online yang anak-anak akses melalui smartphone-nya terbilang edukatif. Ini karena sisi edukatif dari permainan online tersebut tidak sebanyak nilai edukatif yang didapat dari permainan lain seperti permainan papan, peran, atau aktivitas kompetitif yang nyata.

Sediakan aneka mainan di rumah

Jika anda mengunjungi toko-toko online yang jual mainan anak, atau langsung menuju ke grosir mainan anak atau distributor mainan anak di Jakarta, Surabaya, atau kota-kota lainnya, anda akan menemukan beragam jenis mainan untuk anak laki-laki atau perempuan segala usia. Pilih permainan yang bisa dimainkan bersama anggota keluarga. Coba belikan dan ajak anak bermain aneka permainan seperti:

  1. Monopoli
  2. Catur
  3. Puzzle
  4. Balok-balok
  5. Halma
  6. Plestisin/malam
  7. Ular tangga

Kenalkan permainan tradisional

Selain membeli mainan ke toko jual mainan anak atau grosir mainan anak, ada banyak permainan tradisional yang bisa dilakukan anak bersama keluarga atau teman sebayanya, baik di dalam maupun di luar ruangan. Tentu orang tua lah yang berperan penting untuk mengenalkan permainan tradisional yang tak kalah seru dari online game ini pada anak-anak, seperti:

  1. Dakon atau congklak
  2. Gobak sodor
  3. Kelereng
  4. Gasing

Ajak anak beraktivitas di luar ruangan

Beberapa permainan juga merupakan media olah raga yang bisa dilakukan anak-anak bersama teman dan anggota keluarga. Selain membuat anak terbiasa bergerak, permainan kompetitif yang serupa olahraga ini juga dapat melatih sportifitas dan rasa percaya diri anak, asalkan dieprhatikan juga segi keamanannya. Aktivitas di luar ruangan ini contohnya:

  1. Kasti
  2. Basket
  3. Sepak bola
  4. Bulutangkis
  5. Lompat tali
  6. Balap karung
  7. Layang-layang
  8. Egrang
  9. Petak umpet
  10. Berenang

Distributor mainan anak di Jakarta, Malang, Surabaya, dan beberapa kota lain sekarang ini sudah banyak yang memiliki toko-toko online, sehingga anda tidak perlu pergi keluar kota untuk membeli mainan anak edukatif untuk anak-anak.

Yang penting, sebelum membeli mainan untuk anak, perhatikan apakah:

  1. Grosir mainan anak yang anda pilih terpercaya dan memiliki track record yang baik
  2. Mainan anak edukatif yang ditawarkan memiliki kualitas yang baik meskipun harganya murah
  3. Harga jual mainan anak di toko tersebut tidak berbeda jauh dari toko-toko lainnya, karena anda perlu waspada jika harga mainan yang ditawarkan kelewat murah
  4. Tersedia tempat atau rak untuk menyimpan mainan-mainan anak di rumah sehingga tidak membuat kamar anak atau ruangan di rumah berantakan
  5. Mainan yang anda beli sesuai dengan umur si anak, misalnya tidak membelikan halma atau ular tangga untuk batita karena banyak aksesoris mainan yang ukurannya kecil dan beresiko tertelan
  6. Anda mampu mengatur waktu untuk mendampingi anak bermain mainan tersebut, misalnya meluangkan sore hari atau akhir pekan untuk bermain monopoli atau kelereng bersama anak.

Nah, sesekali anda juga bisa mengajak anak-anak pergi ke pasar tradisional atau daerah pedesaan, dimana masih bisa dijumpai aneka gerai mainan dan para pedagang jual mainan anak. Anak-anak akan melihat bahwa keseruan bermain pun bisa didapat dari mainan-mainan yang murah meriah, namun juga bisa dimainkan bersama teman-temannya.

Baca Artikel selanjutnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.